Minggu, 26 Februari 2017

Personal Jurnal Part 1


Hari Kasih Sayang
(Selasa, 14 Februari 2016)

    Hari ini sebagian besar orang tengah merayakan hari kasih sayang. Tentunya mereka yang merayakannya adalah orang-orang yang mempunyai kekasih. Mereka berlomba-lomba memberi kekasih mereka coklat ataupun bunga, atau hal-hal manis lainnya. Mereka yang mendapatkan hadiah dari kekasihnya tentulah amat bahagia. 
    Selain coklat dan bunga, mereka juga merayakan hari kasih dayang ini dengan mendatangi tempat-tempat yang mereka senangi. Sungguh indah cara mereka menghabiskan hari ini. Sedangkan orang-orang yang tidak punya kekasih memilih acuh. Mereka beralasan bahwa kasih sayang itu bisa diungkapkan di hari apapun bukan nya hari ini. Ada pula yang berlasan bahwa merayakan hari kasih sayang adalah perbuatan dosa karena perayaan ini berasal dari orang kafir. Padahal mereka merasa iri karena hanya bisa gigit jari melihat pasangan-pasangan yang merayakan hari kasih sayang ini. Hahaha.
    Jika saya ditanya, apakah saya ikut merayakan hari kasih sayang? Maka jawabannya adalah tidak. Mengapa? Karena hari kasih sayang bukanlah hari besar Islam. Selain itu, kasih sayang bisa diungkapkan kapanpun, bukan hanya hari ini. Akan tetapi, jika ada orang yang memberi saya coklat hari ini, maka akan saya terima. Mengapa saya terima? Karena rizki tidak boleh ditolak, mubazir. Selama coklatnya halal, maka boleh saja diambil lalu dimakan. Hahaha.
   
Pemilu
(Rabu, 15 Februari 2017)

    Hari ini libur kuliah, karena ini adalah hari pesta demokrasi bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Hari ini adalah hari pemilu serentak untuk memilih pemimpin di sebagian besar daerah, salah satunya Provinsi Banten. Masyarakat Banten hari ini berbondong-bondong pergi ke TPS untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan gubernur Banten.
    Sebagai penduduk Banten yang baik, sudah senarusnya kita ikut sertadalam menentukan pemimpin baru. Akan tetapi tidak semua orang dapatmenggunakan haknya untuk memilih gubernur baru karena tidak semua penduduk mendapat undangan untuk pemilu padahal mereka sudah memiliki KTP. Salah satunya adalah aku, aku tidak ikut pencoblosan hari ini. Akupun merasa heran kenapa aku tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap. Tetapi itu bukan masalah untukku. Biarlah aku menjadi apatis.
   
Hari Kejepit
(Kamis, 16 Februari 2017)

    Setelah kemarin libur kuliah, hari ini aku harus masuk kuliah. Sebenarnya aku agak malas (sangat malas) untuk berangkat ke kampus pagi ini. Kenapa? Karena hari ini adalah "hari terjepit". Dinamakan demikian karena ini merupakan ari yang terapit oleh dua hari libur, kemarin libur kuliah dan besok pun juga.
    Selain itu, hari ini juga hanya ada dua mata kuliah dan tidak tahu dosennya kan masuk atau tidak. Aku khawatir hari ini seperti minggu lalu, tidak ada satupun dosen yang masuk. Meskipun begitu, aku tetap berangkat kuliah.
    Aku berangkat ke kampus agak telat hari ini, aku sampai di kampus pukul 7.45 pagi. Saat aku sampai di kelas, ternyata hanya sedikit teman-teman yang kuliah. Kami pun berdiam di kelas menunggu dosen. Aku sudah pasrah kalaupun dosennya tidak masuk. Aku kuliah dengan niat untuk mencari ilmu, semoga Allah memberikan pahala.
  Aku dan teman-teman menunggu dosen selama lebih dari 15 menit. Kami mengira doaennya tak akan datang, tapi tak disangka semua dosen hari ini masuk. Alamdulillah. Aku tidak sia-sia datang ke kampus.

Sleepy Day
(Jum'at, 17 Februari 2017)

    Hari ini aku benar-benar mengantuk. Aku bangun pagi hanya untuk sholat subuh lalu tidur lagi. Mataku rasanya seperti dilem, merekat tak ingin terbuka. Aku masih asik terbuai mimpi hingga waktu menjelang siang.
  Setelahaku terbangun aku masih merasa menantuk, padahal tidurku sudah cukup lama. Aku putuskan setelah waktu zuhur aku tidur lagi. Alu tidur siang dari jam 1 sampai jam 2. Hanya 1 jam, tetapu terasa begitu lama. Setelah bangun tidur, tubuhku terasa segar. Ini adalah sleepy day.
   
Sabtu Senggang
(Sabtu, 18 Februari 2017)

    Hari libur ini tidak ada hal yang spesial. Pagi hari aku membantu ibuku mengerjakan pekerjaan rumah, lalu siang aku tidur seperti kemarin. Dan malamnya aku mengajari adik-adikku mengaji.
    Hari ini aku sama sekali tidak ingin memikirkan tugas kuliah yang menggunung. Biarlah besok saja aku pikirkan. Inilah catatan jari Sabtu yang singkat.
   
Lembar Observasi
(Minggu, 19 Februari 2013)

    Pada pukul satu siang, aku membuka laptopku. Aku juga membuka binderku yang berisi catatan kuliah. Aku menatap monitor laptop sambil mengetikkan beberaoa kalimat disana dan sesekali membac catatan di binder. Bila ada yang bertanya apa yang sedang aku lakukan? Aku sedang mengerjakanbtugas kuliahku, lebuh tepatnya merencanakan tugas kuliah yang akan kulakukan.
    Aku sedang membuat lembar observasi. Apa itu lembar observasi? Lembar observasi itu pedkman untuk melakukan observasi. Sebelum kita melakukan observasi, kita harus membuat lembar observasinya terlebih dahulu. Kenapa harus begitu? Karena lembar observasi akan mempermudah kuta dalam melakukan observasi.

~owari~